Wednesday, 13 June 2012

Kontraksi Rasa #1

Selamat Pagi!
Bagaimana kondisi jantung anda saat ini? Sehat kah? Olahragalah yang rajin untuk menjaga jantung anda supaya tetap stabil.

Disini aku tidak akan memberikan kiat-kiat menjaga jantung sehat, tetapi aku hanya ingin meluapkan segala jeritan jantung yang tak punya mulut. Kenapa jantung? Bukan hati yang biasanya orang kata hati bisa menjerit?? Karena aku pikir degupan itu berasal dari jantung bukan hati.

Akhir-akhir ini degupan jantungku tidak seperti biasanya. Lebih kencang, tak teratur, dan setelah kencangnya degupan itu semakin pelaan, semakin, semakin, dan terasa damai... aku menyukai kedamaian itu. Membuat lega di seluruh bagian tubuhku. Rasanya aku lebih hidup. Ringan untuk melangkahkan kaki seberapapun jauhnya. Ringan untuk melebarkan senyum seberapapun lelahnya. Dan nampak konyol saat efek kontraksi jantung itu membuatku ringan untuk mengeluarkan semua beban dalam perut, sungguh melegakan dan menyehatkan. Tetapi ada hal yang aku benci ketika kedamaian itu tak memberikanku waktu banyak untuk merasakannya. Jantung terlalu mulia jika berkontraksi hebat setiap harinya. Kedamaian pun terbatas...
Entah mengapa degupan itu diluar kendaliku sendiri. Aku tidak bisa mensettingnya dimanapun dan dengan siapapun aku berada. Aku pernah merasakannya sebelumnya, namun tak sehebat ini. Ini sangat aneh dan luar biasa bagiku. Sekali lagi aku menyukainya. 

Namun ketika aku tidak bisa mengendalikan semauku, aku seperti robot yang akan mengikuti remote control, bahkan magnet yang bisa kapan saja menghancurkanku. Sungguh lemah sekali. Sisi lain kedamaian yang membuatku benci hingga menyakiti seluruh bagian tubuhku. Aku lemah karena aku tak mampu dan tak ingin mencoba sekuat tenaga mengendalikannya.
Bagaimanapun sejauh ini aku masih menikmati degupan jantung yang menantang dan kedamaian yang datang walaupun sebentar :)


Sunday, 10 June 2012

TPL (Tekhnik Penelitian Lapangan)

Selamat Sore 16:18 WIB!

Sudah lama ternyata blog saya ini diacuhkan. Kasihan sekali. Ibarat menginginkan seorang pacar setelah dapet didiemin, eh nggak! Analogi semacam itu akan membuat pancingan-pancingan anak muda malem minggu yang galau, alah semakin gak jelas. Oke kembali ke topik, kali ini merupakan waktu yang sangat tepat dimana saya dilanda boredom yang menyiksa! Setelah berpikir panjang mengenai tulisan yang akan saya beberkan, topik sore ini adalaaaah Kuliah TPL! houuuuchshh.......... Males pasti yak? Udah ada kata KULIAH, TPL, sore-sore pula. Bagi yang belum tau TPL itu apa, yaitu kepanjangan dari Tekhnik Penelitian Lapangan. Karena saya ini anggota murid Antropologi Budaya, jadi ya TPL itu merupakan asupan gizi para antropolog tiap 2 kali setahun. Sebenarnya sih TPL itu salah satu proyek dari mas dosen yang memberdayakan mahasiswa-mahasiswinya yang masih imut-imut ini untuk belajar riset di lapangan. Simbiosis mutualismelah, satu pihak beban pekerjaan terkurangi, pihak yang lain dapet belajar yang super ditambah jalan-jalan dengan budget yang hitungannya murah hihi. TPL ini paling cepet minimal dilakukan selama 2 minggu untuk life in, paling lama untuk TPL selama saya tau 4 minggu yang akan dilakukan Juli mendatang di Dieng, Jawa Tengah. Nah pasti banyak yang tanya kan, selama life in kita ngapain aja? Jelas cari data sesuai topik yang ditentukan. Setiap TPL memiliki tema sendiri-sendiri, dan setiap individu wajib mencari topik riset yang tidak keluar dari tema yang telah ditentukan. Bentuk data nantinya berupa data harian dan artikel. Data harian berisi data-data yang didapatkan selama di lapangan (data apa saja, sifatnya lebih umum), sedangkan artikel itu final dari data-data yang terkumpul sesuai topik yang telah dipilih, sifatnya ilmiah. Hmmm ada yang belum jelas? Jangan-jangan malah belum tau antropologi itu apa, ooouuch kasihan sekali. Saya akan menjelaskan mengenai antropologi setelah nanti saya sampai di Eropa ya :)

Sesungguhnya sebenarnya semestinya dan sejatinya, saya cuma pengen berbagi sedikit oleh-oleh gambar yang berhasil saya dapatkan selama saya mengikuti TPL. Selama 4 semester ini saya kuliah di Antropologi Budaya UGM, saya telah mengikuti 2 kali TPL dan akan 3 kali tahun ini. Pertama, saya TPL di Paninggaran, Pekalongan, Jawa Tengah pada Januari 2011 taun lalu. Kedua, TPL di Cempaka, Meliau, Kalimantan Barat pada Juli 2011. Dan yang ketiga kami akan berangkat ke Dieng 9 Juli mendatang selama 4 minggu.
Melelahkan sekali kalau saya jelaskan satu per satu mengenai TPL saya ini. Yang jelas saya mendapatkan banyak pengalaman begitu tak ternilai harganya. Ketika orang tua saya menginginkan saya untuk bekerja di kawasan para elite urban, sebaliknya yang saya putuskan adalah untuk belajar banyak hal dari komunitas yang terkadang terlupakan dan tak terpikirkan. Dari TPL ini saya dapat menghargai bagaimana gagasan-gagasan lokal dapat terbentuk, dimana sering kali kita menyepelekan dan tak mau tahu suara mereka.

A few picts from Paninggaran

Kedua rekan partner bersama siswa-siswa SD N Werdi

Berani kotor itu baik

Berprofesi menjadi Ayah

Panen padi

Belajar membuat reyeng
"Sekolah tak mengajarkanku membuat reyeng,
tapi mengajarkanku untuk rajin bekerja.." -Wiwik

Stronger!

taken with nokia C6
A few picts from West Borneo

Memungut sawit dengan 'dodos'
Nah ini kita transit sarapan dulu sbelum sampai tkp

Diambil di atas perahu etek-etek sepulang membelanjakan gaji

Wak Sem!


Sehabis mandi di Kapuas

"Anak baruku.."

"Impianku menjadi pemain bola.."

Langit senja Kapuas, what an amazing

Latihan rutin pemuda Cempaka

James! Hyperactive's partner from Toronto
Birunya senja Kapuas
Sebenarnya masih ada banyak gambar dari Kalimantan tetapi rasanya blog ini begitu terbatas, eh alasan aja karna udah capek hihi. Lanjut lain waktu ya, siya!

Saturday, 9 June 2012

Saudara Juga Teman Sejak Kecil


Mentari salah satu saudara sekaligus juga teman saya sejak kecil. Beberapa waktu lalu ia datang kerumah untuk menjemputku liburan jauh-jauh dari Surabaya, sendirian pula. Niat memang. Lama sekali kami gak foto berdua narsis, dan sebagai pelepas rindu, kami sempatkan sebelum tidur untuk unjuk kebolehan :)


Saturday, 17 March 2012

First Wedding Invitation

Well, ini lah kali pertamaku mendapatkan undangan pernikahan dari seorang teman. Sebenarnya sudah ada beberapa temanku yang menikah, namun baru kali ini aku diundang secara resmi, dan dia adalah temanku SD. Respon pertama yang muncul? Hah yang serius aja, kayaknya baru kemarin ketemu, eh sekarang mau nikah aja. Nggak ada yang nglarang sih hehe.
Namanya Tatik, teman SD yang dulu dimataku jutek, sinis, suka marah-marah, (tapi kadang ketawa-ketawa sendiri nggak ada kejelasan) dan cengeng, haha kalau inget sih bikin lucu sendiri, apalagi setelah tadi ketemu dengan tampilannya yang semakin dewasa, tersenyum ramah nggak lagi jutek, dan poninya menambah kesannya yang masih begitu muda untuk menikah. Aku datang 'kondangan' bersama Septi bestiesku sejak TK satu hari lebih awal karena kami kompakan berhalangan hadir saat Hari-H. Akhirnya kami bertiga bertemu dan berbagi cerita setelah bertahun-tahun tak lagi kumpul. Dengan kesederhanaannya, Tatik menceritakan bagaimana sengitnya dunia kerja, trauma yang melanda dirinya akan resiko kerja yang nyawa menjadi taruhan hingga berujung keputus asaan pada dirinya untuk memutuskan hidup berkeluarga. "Kaget ya aku nikah? Yah gimana lagi, buat cari kerja sekarang susah, sedangkan aku sudah banyak kena paitnya resiko kerja yang tak disengaja dan membuatku menjadi trauma...", Tatik menjadi salah satu korban selamat kecelakaan bus eksekutif Semarang-Jogja yang sempat oleng di daerah Ungaran, diduga kecelakaan itu terjadi karna sopir yang mabuk saat menyetir. Sopir menyupir dalam keadaan mabuk itu sudah biasa, karna itulah obat supaya tidak mudah kantuk, namun inilah resikonya, beberapa ada korban yang meninggal dunia.
"Lho dikampungku sini banyak anak muda yang udah nikah, teman kita dua itu juga mau nikah lhoo, kalian kapan? Ah, aku tau biasanya yang masih pada nerusin kuliah berpikirnya masih panjang..." dalam hatiku, bukannya masih panjang atau enggak sih, yang jelas dan menjadi masalah krusial adalah, siapa calonnya? hahaha, memang akulah yang paling santai dari beberapa temanku yang sudah memiliki gandengan, bagian ini tak perlu diceritakan, skip!
Kami bertiga bercerita dan aku dapat menangkap begitu jauh perbedaan saat kami masih duduk di bangku SD dulu, (yaiyalah). Entah mengenai masalah kami yang semakin complicated sehingga bahasan pembicaraan kami sudah menuju masa depan yang lebih realistis, nggak lagi kami seperti dulu yang masih membahas Sailormoon, Power Puff Girls, Sonic Speed, Magic Girls, Dragon Ball, Doraemon, Ksatria Baja Hitam, Saras 008, Panji manusia Millenium, hingga siapa yang tereliminasi dalam acara AFI (Akademi Fantasi Indosiar)-kami korban keracunan TV- atau tentang si Pedro yang selalu terkena marahan dan hukuman Pak Neftal (bener gak ya namanya?) di tayangan telenovela Amigos X Siempre, hihi banyak banget ya ternyata. Saat itu masalah yang muncul mungkin hanya sebatas perbedaan pendapat dari cerita film itu, berebut peran yang disukai, atau iri temannya punya barang koleksi yang lebih bagus. Dan sekarang kami sudah mengerti bahwa semua film-film itu hanya memperbudak kami dan tak lagi penting dalam urusan hidup kami. Jauh lebih penting sekarang adalah nasib kami mendatang. Jika Tatik sudah siap dengan kehidupannya yang baru dan siap kembali memutar film series anak-anak untuk momongannya nanti, sedangkan aku dan Septi masih belum terpikir untuk melangkah sampai kesana. Kami berdua merasa lucu sendiri karna fantasi kami masih menganggap kami masih anak-anak SD yang sedang 'kondangan'. Beginilah perbedaan diantara kami yang satunya menganggap sudah banyak pengalaman sedangkan yang lain seperti aku dan Septi baru menginjak semester 4 dan masih banyak urusan maupun tugas yang harus ditempuh sebelum waktunya kami siap untuk melangkah di kehidupan baru.
Selamat Tatik, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, dan cepat diberikan momongan, langgeng dengan Arya yang belum sempat kami bertemu.

Your Childhood Friend :)

Friday, 16 March 2012

12 March 2012

My PussyGuard

Everyday Im in note


Ketika waktu menjadi sebuah sampah, ada banyak hal menarik untuk dipahami. Bukan mereka ini sebagai penjagaku, tetapi apa yang aku lihat tanpa sebuah dokumentasi, hanya tersimpan dalam memori.

Sunday, 11 March 2012

The Beginning

Done! Finally, terbentuklah sebuah blog pribadi yang ditunggu-tunggu :) Inilah blog kedua saya setelah photoblog yang saya buat baru kemarin. Maklum yaa bisa akhirnya sempat membuat blog juga karena ada internet yang lancar dirumah belum lama ini,  mau dibilang cupu juga uptoyou, enjoy! Yang jelas tujuan saya membuat blog nggak jauh beda sama temen-temen yang lain yakni share tentang tulisan dan beberapa ingin juga saya berbagi foto hasil penglihatan saya sebagai pengencang memori otak agar tetap terjaga.
Sebelumnya saya sempat memosting tulisan saya ini kedalam blog saya yang gagal, nah inilah sebagai penggantinya. Rasa-rasanya blogging bakal membuat malam-malam saya akan menjadi lebih berwarna daripada biasanya yang hanya mampu bercerita dengan B&W hihi (re:alam mimpi).
Oke sekian dulu sedikit kata sebagai awalan pembuka blog baru yang bikin terharu biru :D
Lets action in my dreams sky :)