Jumat
kemarin 27 Juli 2012 (H-1 sebelum closing) saya mengunjungi ArtJog (Art Fair Jogja)
untuk yang ketiga kalinya. Saya memang tertarik dengan pameran seni
semacam ini, sebagai kalangan penikmat seni saja. Namun, sayang seribu
sayang, 2 buku katalog yang saya dapatkan saat opening ArtJog ini hilang
entah kemana. Ini adalah kekecewaan yang mendalam, hiks. Jadi sementara
gambar-gambar karya seni yang berhasil saya dapatkan belum berjudul,
karena kalau saya kasih judul sendiri akan membajak copyright seniman,
bisa masuk penjara (lebay).
Kita
berempat yaitu Aam, Adit, dan Clara bertemu di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sekitar pukul 16.30.
Di TKP terlihat padat pengunjung, mungkin karena closingnya tinggal 1
hari saja dan quality time buat buka puasa kali yaa..
Ngomong-ngomong
soal ArtJog, pameran ArtJog ini diselenggarakan rutin setahun sekali. Untuk tahun ini berlangsung dari tanggal 14 hingga 28 Juli 2012.
Isinya merupakan hasil karya seni rupa kontemporer oleh seniman-seniman
berbakat sampai suhu di Indonesia. Suatu kebanggan tersendiri dimana
Jogja menjadi tempat berlangsungnya ArtJog (ya kali kalau di Surabaya
jadinya ArtSur, absurd ah abaikan). Nah kabar gembira yang agak telat,
kalau ternyata Jogja merupakan kota yang menjadi dapurnya produksi seni
rupa kontemporer di kawasan Asia Tenggara, wow cintak deh.
Saya
suka temanya, Looking East -'A Gaze upon Indonesia Contemporary Art',
dimana seniman-seniman ini ingin memperlihatkan dan memposisikan kita
pada kondisi dunia Timur di era global. Tidak saja hanya bangsa Barat
(Eropa) yang melihat dunia Timur, tetapi begitu pula bangsa Indonesia
(yang terletak juga di Timur) diharapkan dapat membaca ulang
perkembangan dunia Timur saat ini, kira-kira begitulah yang saya tangkap
(semoga bener). Berikut beberapa gambar favorit, cekitout
 |
| Macam cara pengunjung menikmati karya |
 |
| Left: Aam, Clara, Adit |
 |
| Beginilah sebelum mereka saling 'hilang' |
 |
| Dilarang menyentuh karya, how about this one? |
|
|
 |
| Pose pengunjung (Ibu dan Anak) saat menikmati karya |
 |
| Kalo tombolnya dipencet mereka akan 'hidup' |
 |
| Pengunjung yang safety riding |
 |
| Gak belang gak lebih enak |
 |
| Mici-mici |
 |
| I'll be rich people, dude! lol |
 |
| wishy washy |
Bangga pastinya ya jadi seniman dengan karyanya yang dikerumuni pengunjung untuk diabadikan, entah itu sebagai objek tunggal atopun sebagi objek pendukung alias untuk foto-foto narsis buat ganti PP, DP, Avatar, apapunlah itu. Yang jelas seniman juga sedih ketika banyak orang memperlihatkan karya hebatnya itu tanpa tak ingin tau siapa pembuatnya. Standing applause deh buat para seniman hebat ArtJog, apalagi mas Angki gimbal (y).
Pengunjung ArtJog amat beragam. Dari balita hingga lansia ada disini, bahkan orang pinggir jalan a.k.a pengemis saya pernah melihatnya ikut mengunjungi opening ArtJog. Pameran ini emang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, mahakarya yang sungguh merakyat. Karakter pengunjung ini sangat beragam hingga mengalihkan perhatian saya. Ada ibu kehilangan anaknya karena si Ibu asik foto dengan karya, ada pengunjung yang tak mau kehilangan helm, ada yang melihat karya sambil tiduran, dan ada pula yang melanggar peraturan yaitu memegang karya tanpa sepengetahuan panitia. Semua terekam dalam kamera yang lebih besar dari genggaman tangan mungil saya ini.
Anyway, sekali lagi saya sangat mengagumi mereka para seniman sampai saya tak habis pikir apa yang ada dalam imajinasi tanpa batasnya itu, ah sebenernya makanan apa sih yang mereka makan? Apakah mereka pernah tidur? Hmmm, dan tentu saja juga dengan tangan-tangan kreatifnya itu. Kali ini gue harus bilang WOW!
tulisan sama fotonya sama-sama bagus ve :)
ReplyDeletewah adit berkunjung, makasih yaaak :) nanti aku gantian bertamu deh hihi
ReplyDelete